Eumoirous

happiness due to being honest and wholesome

5 notes

woohoooww, halo haloo long time no posting hohoho
Jadi ceritanya setelah dari juli 2007 ke juli 2011 ITB meracuni gw dengan kafeinsetiap malam, AK-HIR-NYA gw BER-HA-SIL ganti kulit dari wajah inosen penuh harap dan kobaran semangat mahasiswa tahap persiapan bersama yang baru selesai perpisahan SMA, MEN-JA-DI wajah penuh kerut jerawat dan kantong mata segede kulkas yang tapi (semoga sih) lebih tahan banting dan tahan beban menggendong eyang Ganesha di pundak.
Yes yes, Nurlina Khairunnisa is now officially S.Ds. :”)
Kelar judicium Tuhan menganugerahi kegiatan padat merapat dan berodongan pertanyaan tiada henti “habis ini mau ngapain?” ahahahahaha. Maka batal lah sudah rencana mengembalikan masa muda yang sudah disusun dari pertengahan masa penuh siksa bernama Tugas Akhir =)) berganti ekstensi kegiatan meracuni diri dengan kafein. Ha! Lingkaran di luar kampus itu lebih kejam dari dosen ITB yang jarang masuk dan gatel gatel meriang kalo mahasiswanya tidur lebih dari 4 jam. Oh betapa kuliah itu asik. Dan betapa beruntungnya gw menjalani masa-masa kuliah itu di kampus ini. Yang bangunannya dirancang salah satu arsitek terbaik di dunia, yang dosen-dosennya orang-orang terbaik di bidangnya, yang lingkungan belajarnya sangat kondusif, yang kegiatan mahasiswanya begitu hidup. ITB bagi gw adalah kampus yang HIDUP, dari ujung gerbang utara ke selatan setiap urat-uratnya penuh nyawa, himpunan tersebar merata, kegiatan-kegiatan mahasiswa dimana-mana, mulai perpustakaan sampai lapangan adaaa aja kegiatan, organisasi, musik, olah raga, pendidikan, teknologi, budaya, seni, politik, ekonomi, dan gw berkesempatan jadi bagian dari itu semua selama 4 tahun. Mungkin kapan aja gw bisa menginjakkan kaki di ITB, siapa aja juga bisa, tapi sambutan yang tulus dan kesempatan berkembang bersama wajah-wajah yang hangat itu cuma satu kali, gw sangat bersyukur tidak menyia-nyiakannya :)
Nah sekarang, ada gunung lain yang harus gw daki. Bener-bener terjal medannya, menantang. Yakin nih kalo nanti berhasil sampe puncak gw udah bakal ber pack-pack mengilat kaya Ade Rai B-) Dengan berbagai pelajaran dan semangat menjalani segala hal dengan memasukkan kehidupan untuk mencapai perasaan dan hasil yang terbaik yang gw dapet selama 4 tahun dari ITB, semoga gw bisa mendaki dengan baik, dengan konsisten dan profesional (eitssss)
Wish me luck!
.
.
Nurlina Khairunnisa, resmi memperpanjang masa keracunan kafein ;)

woohoooww, halo haloo long time no posting hohoho

Jadi ceritanya setelah dari juli 2007 ke juli 2011 ITB meracuni gw dengan kafeinsetiap malam, AK-HIR-NYA gw BER-HA-SIL ganti kulit dari wajah inosen penuh harap dan kobaran semangat mahasiswa tahap persiapan bersama yang baru selesai perpisahan SMA, MEN-JA-DI wajah penuh kerut jerawat dan kantong mata segede kulkas yang tapi (semoga sih) lebih tahan banting dan tahan beban menggendong eyang Ganesha di pundak.

Yes yes, Nurlina Khairunnisa is now officially S.Ds. :”)

Kelar judicium Tuhan menganugerahi kegiatan padat merapat dan berodongan pertanyaan tiada henti “habis ini mau ngapain?” ahahahahaha. Maka batal lah sudah rencana mengembalikan masa muda yang sudah disusun dari pertengahan masa penuh siksa bernama Tugas Akhir =)) berganti ekstensi kegiatan meracuni diri dengan kafein. Ha! Lingkaran di luar kampus itu lebih kejam dari dosen ITB yang jarang masuk dan gatel gatel meriang kalo mahasiswanya tidur lebih dari 4 jam. Oh betapa kuliah itu asik. Dan betapa beruntungnya gw menjalani masa-masa kuliah itu di kampus ini. Yang bangunannya dirancang salah satu arsitek terbaik di dunia, yang dosen-dosennya orang-orang terbaik di bidangnya, yang lingkungan belajarnya sangat kondusif, yang kegiatan mahasiswanya begitu hidup. ITB bagi gw adalah kampus yang HIDUP, dari ujung gerbang utara ke selatan setiap urat-uratnya penuh nyawa, himpunan tersebar merata, kegiatan-kegiatan mahasiswa dimana-mana, mulai perpustakaan sampai lapangan adaaa aja kegiatan, organisasi, musik, olah raga, pendidikan, teknologi, budaya, seni, politik, ekonomi, dan gw berkesempatan jadi bagian dari itu semua selama 4 tahun. Mungkin kapan aja gw bisa menginjakkan kaki di ITB, siapa aja juga bisa, tapi sambutan yang tulus dan kesempatan berkembang bersama wajah-wajah yang hangat itu cuma satu kali, gw sangat bersyukur tidak menyia-nyiakannya :)

Nah sekarang, ada gunung lain yang harus gw daki. Bener-bener terjal medannya, menantang. Yakin nih kalo nanti berhasil sampe puncak gw udah bakal ber pack-pack mengilat kaya Ade Rai B-) Dengan berbagai pelajaran dan semangat menjalani segala hal dengan memasukkan kehidupan untuk mencapai perasaan dan hasil yang terbaik yang gw dapet selama 4 tahun dari ITB, semoga gw bisa mendaki dengan baik, dengan konsisten dan profesional (eitssss)

Wish me luck!

.

.

Nurlina Khairunnisa, resmi memperpanjang masa keracunan kafein ;)

  1. nulikh posted this