: )
Seperti terkikis lapisan uap tipis di jendela penglihatan gw, gw bersyukur bisa melihat detail-detail kecil itu kembali, berdialog dengan bahasa-bahasa khas itu kembali, tanpa pertanyaan ‘kenapa’ tanpa harus menyusun argumen tau-tau gw terangkul kembali dalam barisan hangat.
Pasti inilah salah satu hal terbaik dari keputusan untuk berada di tempat gw berdiri saat ini. Terimakasih telah mengisi seperti air. Sigap sampai ke celah-celah. Karenanya gw nggak pernah merasa kosong.
Ternyata yang gw cari-cari selama ini memang cuma segelas air putih, dan sudah.